Senin, 23 Januari 2012

Artikel Q


Jangan salah pilih dalam bergaul!!!
Memasuki usia remaja, seseorang banyak mengalami hal-hal yang baru dan menakjubkan. Segalanya berbeda dengan masa di waktu kecil. Masa remaja adalah masa dimana seseorang mengalami perubahan fisik maupun perubahan mental. Di saat  perubahan-perubahan itu pula, remaja mengalami perubahan tingkah laku, cara berpikir, cara pandanng, sifat atau karakter dan pubertas. Dimasa pubertas ini juga, remaja bisa merasakan adanya kebutuhan yang sangat kuat pada lawan jenis atau keinginan bercinta. Disamping itu pula remaja juga banyak yang menikmati hidupnya dengan gaya berpacaran. Dari gaya Berpacaran ini hanya untuk pertunjukan atau sekadar gagah-gagahan. Tidak tau apa itu hakekeat dari pacaran, fungsi, dan filosofisnya. Takut dikatakan tidak laku, tidak gaul, atau kurang pergaulan  dan akhirnya ikut-ikutan pacaran.
Pergaulan remaja islami ini dilakukan untuk dapat menghindarkan remaja dari perbuatan maksiat. Hal itu dilakukan supaya remaja tidak berpacaran dan tidak mendekatkan dirinya pada perbuatan zina. Dan remaja  harus tahu betul bahwa tidak hanya remaja saja yang ikut kemana-mana. Tapi kita juga harus membawa nama baik orang tua kita, keluarga kita, sekolah kita, dan masih banyak lagi.
Di samping itu pula gaya pacaran  ini juga sudah sangat minim rasa malu. Baru gaya boncengan diperempatan-perempatan lampu merah sudah seperti adegan ML (making love) saja. Tangan si perempuan  memeluk bagian dalam pakaian si laki-laki. Kadang-kadang, tas ransel sengaja dipindah kedepan, agar sambil boncengan si laki-laki tetap dapat mengarahkan tangan si perempuan untuk mengelus-ngelus paha si laki-laki. Sementara itu, merasa kurang dekat, karena motornya tidak pakai kopling hanya gas saja otomatis tangan kiri bebas melakukan eksplorasi. Sambil nge-gas, tangan kiri diarahkan ke belakang untuk meremas-remas paha, pantat,dan lain-lain.
Islam tidak pernah melarang remaja untuk saling berkomunikasi antar lawan jenis, asalkan ada batasan atau aturannya  dan tidak bebas begitu saja. Bukan seperti orang yang sedang berpacaran yang sering kita ketahui, misalkan berbicara sambil mempermainkan mata, berbicara dengan mendesah-desah “Ah”, berbicara tentang masalah pribadi, berbicara sambil merayu, berbicara sambil berpegangan tangan, dan masih banyak lagi. Hidup zaman ini penuh dengan kompetisi dan persaingan, karena itu remaja harus menyikapinya dengan lebih serius. Masa depan, khususnya bagi remaja, ada di tangan mereka, untuk dipilih.
Pergaulan remaja islami ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana remaja harus bergaul, bersopan santun, berbicara, dan berkomunikasi dengan lawan jenis. Dengan begitu, remaja dapat mengetahui cara-cara bergaul yang lebih baik.
Pergaulan remaja islami juga dapat memberikan perbedaan mana yang bergaul secara islami dan secara kafir. Pergaulan secara islami itu seperti berbicara secukupnya, tidak membicarakan keburukan orang lain, dan lain-lain. Sedangkan pergaulan secara kafir itu seperti berbicara sambil main mata, berbicara masalah pribadi, berbicara sambil merayu, berbicara sambil berpegangan tangan, berbicara dengan memalingkan muka, dan lain-lain.
Pergaulan remaja secara islami juga dapat membuat remaja supaya tidak tersesat atau terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk, seperti mengikuti gaya hidup para selebritis dengan mencoba memakai model-model pakaian.
Pada zaman sekarang remaja harus pandai-pandai dalam memilih teman, karena teman sangat berpengaruh penting dalam perilaku remaja tersebut. Kalau si remaja tidak pandai-pandai dalam memilih teman, ia akan terjerumus ke dalam kemaksiatan. Contohnya saja sekarang banyak sekali remaja yang berpakaian terbuka, karena remaja tersebut ingin mengikuti “tren”  atau perkembangan zaman. Jadi kalau tidak memakai pakaian-pakaian terbuka itu, dikatakan tidak mengikuti zaman, atau istilahnya “kuper”. Dan akhirnya banyak sekali remaja-remaja sekarang ini diperkosa. Karena, ya…itu kesalahan mereka sendiri memakai pakaian-pakaian yang membuat nafsu bagi yang melihatnya.
Selain itu juga, buruknya perilaku remaja sekarang itu karena salah mencari teman , orang tua yang kurang perhatian, kurangnya informasi penting, dan pendidikan. Saat ini banyak remaja yang masuk ke dalam dunia fana, seperti sering melihat media-media telekomunikasi yang perlahan-lahan mengajak remaja untuk mengikutinya.
Lalu bagaimana remaja menyikapi ini semua, agar tidak terpengaruh oleh budaya westernisasi?
Kita sebagai warga indonesia, kita harus sadar akan pentingnya menjaga pergaulan, namun budaya westernisasi atau budaya barat itu telah mempengaruhi remaja-remaja indonesia, dengan cara berpakaian, cara berbicara, dan lain-lain. Dan seharusnya pemerintah membuat peraturan yang tepat dan benar, sehingga kita dapat mengikutinya.
Agar remaja sekarang dapat memahami dengan baik, kita harus menerima semua aturan-aturan yang sudah diterapkan. Maka dari itu kita semua harus mengikutinya dengan baik. Jangan sampai kita membuat peraturan-peraturan itu sendiri dan menggantinya dengan yang baru. Apabila remaja mengikuti semua peraturan yang sudah ditetapkan, mungkin semua remaja pasti dapat terhindar dari perbuatan-perbuatan maksiat atau perbuatan zina.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar