Jangan salah
pilih dalam bergaul!!!
Memasuki
usia remaja, seseorang banyak mengalami hal-hal yang baru dan menakjubkan.
Segalanya berbeda dengan masa di waktu kecil. Masa remaja adalah masa dimana
seseorang mengalami perubahan fisik maupun perubahan mental. Di saat perubahan-perubahan itu pula, remaja
mengalami perubahan tingkah laku, cara berpikir, cara pandanng, sifat atau
karakter dan pubertas. Dimasa pubertas ini juga, remaja bisa merasakan adanya
kebutuhan yang sangat kuat pada lawan jenis atau keinginan bercinta. Disamping
itu pula remaja juga banyak yang menikmati hidupnya dengan gaya berpacaran.
Dari gaya Berpacaran ini hanya untuk pertunjukan atau sekadar gagah-gagahan.
Tidak tau apa itu hakekeat dari pacaran, fungsi, dan filosofisnya. Takut
dikatakan tidak laku, tidak gaul, atau kurang pergaulan dan akhirnya ikut-ikutan pacaran.
Pergaulan
remaja islami ini dilakukan untuk dapat menghindarkan remaja dari perbuatan
maksiat. Hal itu dilakukan supaya remaja tidak berpacaran dan tidak mendekatkan
dirinya pada perbuatan zina. Dan remaja
harus tahu betul bahwa tidak hanya remaja saja yang ikut kemana-mana.
Tapi kita juga harus membawa nama baik orang tua kita, keluarga kita, sekolah
kita, dan masih banyak lagi.
Di
samping itu pula gaya pacaran ini juga
sudah sangat minim rasa malu. Baru gaya boncengan diperempatan-perempatan lampu
merah sudah seperti adegan ML (making love) saja. Tangan si perempuan memeluk bagian dalam pakaian si laki-laki.
Kadang-kadang, tas ransel sengaja dipindah kedepan, agar sambil boncengan si
laki-laki tetap dapat mengarahkan tangan si perempuan untuk mengelus-ngelus
paha si laki-laki. Sementara itu, merasa kurang dekat, karena motornya tidak
pakai kopling hanya gas saja otomatis tangan kiri bebas melakukan eksplorasi.
Sambil nge-gas, tangan kiri diarahkan ke belakang untuk meremas-remas paha,
pantat,dan lain-lain.
Islam
tidak pernah melarang remaja untuk saling berkomunikasi antar lawan jenis,
asalkan ada batasan atau aturannya dan
tidak bebas begitu saja. Bukan seperti orang yang sedang berpacaran yang sering
kita ketahui, misalkan berbicara sambil mempermainkan mata, berbicara dengan
mendesah-desah “Ah”, berbicara tentang masalah pribadi, berbicara sambil
merayu, berbicara sambil berpegangan tangan, dan masih banyak lagi. Hidup zaman
ini penuh dengan kompetisi dan persaingan, karena itu remaja harus menyikapinya
dengan lebih serius. Masa depan, khususnya bagi remaja, ada di tangan mereka,
untuk dipilih.
Pergaulan
remaja islami ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana remaja harus
bergaul, bersopan santun, berbicara, dan berkomunikasi dengan lawan jenis.
Dengan begitu, remaja dapat mengetahui cara-cara bergaul yang lebih baik.
Pergaulan
remaja islami juga dapat memberikan perbedaan mana yang bergaul secara islami
dan secara kafir. Pergaulan secara islami itu seperti berbicara secukupnya,
tidak membicarakan keburukan orang lain, dan lain-lain. Sedangkan pergaulan
secara kafir itu seperti berbicara sambil main mata, berbicara masalah pribadi,
berbicara sambil merayu, berbicara sambil berpegangan tangan, berbicara dengan
memalingkan muka, dan lain-lain.
Pergaulan
remaja secara islami juga dapat membuat remaja supaya tidak tersesat atau
terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk, seperti mengikuti gaya hidup para
selebritis dengan mencoba memakai model-model pakaian.
Pada
zaman sekarang remaja harus pandai-pandai dalam memilih teman, karena teman
sangat berpengaruh penting dalam perilaku remaja tersebut. Kalau si remaja
tidak pandai-pandai dalam memilih teman, ia akan terjerumus ke dalam
kemaksiatan. Contohnya saja sekarang banyak sekali remaja yang berpakaian
terbuka, karena remaja tersebut ingin mengikuti “tren” atau perkembangan zaman. Jadi kalau tidak
memakai pakaian-pakaian terbuka itu, dikatakan tidak mengikuti zaman, atau
istilahnya “kuper”. Dan akhirnya banyak sekali remaja-remaja sekarang ini
diperkosa. Karena, ya…itu kesalahan mereka sendiri memakai pakaian-pakaian yang
membuat nafsu bagi yang melihatnya.
Selain
itu juga, buruknya perilaku remaja sekarang itu karena salah mencari teman ,
orang tua yang kurang perhatian, kurangnya informasi penting, dan pendidikan.
Saat ini banyak remaja yang masuk ke dalam dunia fana, seperti sering melihat
media-media telekomunikasi yang perlahan-lahan mengajak remaja untuk
mengikutinya.
Lalu
bagaimana remaja menyikapi ini semua, agar tidak terpengaruh oleh budaya
westernisasi?
Kita
sebagai warga indonesia, kita harus sadar akan pentingnya menjaga pergaulan,
namun budaya westernisasi atau budaya barat itu telah mempengaruhi
remaja-remaja indonesia, dengan cara berpakaian, cara berbicara, dan lain-lain.
Dan seharusnya pemerintah membuat peraturan yang tepat dan benar, sehingga kita
dapat mengikutinya.
Agar
remaja sekarang dapat memahami dengan baik, kita harus menerima semua
aturan-aturan yang sudah diterapkan. Maka dari itu kita semua harus
mengikutinya dengan baik. Jangan sampai kita membuat peraturan-peraturan itu
sendiri dan menggantinya dengan yang baru. Apabila remaja mengikuti semua
peraturan yang sudah ditetapkan, mungkin semua remaja pasti dapat terhindar
dari perbuatan-perbuatan maksiat atau perbuatan zina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar